dasar hukum perikatan

Hukum Perikatan (Buku III KUHPer)

BUKU 2, TENTANG BENDA

Buku ke-2 mengatur tentang Benda menganut sistem tertutup, berbeda dengan

Buku ke-3, yang menganut sistem terbuka.
Sistem Tertutup : Orang tidak dapat mengadakan hak-hak kebendaan yang baru selain
yang sudah ditetapkan oleh UU.
Sistem Terbuka : Orang boleh membuat perjanjian walaupun perjanjian itu belum (atau
tidak) diatur dalam UU.

Karena menganut sistem tertutup, hak kebendaan harus sesuai seperti yang sudah
ditetapkan UU. (Harus berdasarkan UU, tidak boleh mendasarkan pada ketentuan
lain seperti perjanjian,dsb.)
Berlakunya Buku ke-2 sangat dipengaruhi oleh UUPA No.5/1960.Sepanjang

menyangkut Bumi, Air, dan Kekayaan yg Terkandung didalamnya Burgerlijk

Wetboek dinyatakan tidak berlaku lagikecu ali ketentuan tentang HIPOTIK.

Buku ke-2, karena adanya UUPA dan sepanjang diatur oleh UUPA, maka ;
1. ada pasal yang tak berlaku lagi (co : tentang tanah)
2. ada pasal yang tak berlaku sepenuhnya.
3. ada pasal yang berlaku sepenuhnya.

Contoh :

• Hipotik atas tanah tidak berlaku lagi (sejak 1996)

• Hipotik yang masih berlaku adalah pada Pesawat, Kapal, dan ketentuan

khusus lainnya.

BENDA

Pengertian secara yuridis dalam pasal 499 BW ;

“Segala sesuatu yang dapat dijadikan objek hak milik”

• Dalam konsep Perdata, MANUSIA bukanben da karena tidak dapat dijadikan objek

hak milik.

• Dalam konsep Pidana, MAYAT merupakan benda sebagai objek hak milik bagi ahli

warisnya.

Macam Benda

1. B. Bergerak dan Tak Bergerak (Tetap).
2. B. Habis Pakai dan Tak Habis Pakai.
3. B. Yg sudah ada dan B. Yg masih akan ada.
4. B. Yg dapat dibagi dan B. Yg tidak dapat dibagi.

Dari bermacam benda tersebut yang paling penting adalah Benda Bergerak dan Benda

Tetap.

Benda Bergerak

Dikatakan benda bergerak karena ;
1. Sifatnya, yang mudah digerakkan atau dipindahkan.
2. UU menentukan, menyatakan benda itu merupakan B. Bergerak.

Macam benda bergerak ;

1. Berwujud

2. Tak Berwujud.

Benda Tetap

Dikatakan benda tetao karena ;

1. Sifatnya, tidak dapat atau sulit digerakkan atau dipindahkan. Contoh : Tanah dan

apa yg ada diatasnya.

2. Tujuan pemakaiannya, benda itu dipakai tanpa harus dipindah-pindahkan. Contoh :

Mesin Pabrik.

3. UU menentukan, menyatakan benda itu sebagai benda tetap. Contoh : Kapal Laut

dan Pesawat Terbang.

Arti penting Perbedaan B. Bergerak dan B. Tetap

Ada 4 arti penting dalam membedakan B. Bergerak dan B. Tetap, yaitu ;

1.Bezit, Hak Penguasaan atas Benda
2.Levering, Penyerahan atau Pengalihan
3.Bezwaring,Pem beba nan
4.Verjaring,Daluwarsa

5. BEZIT (Hak Penguasaan atas Benda)

Pasal 1977 BW ;

• B. Bergerak : Tidak perlu Bukti Kepemilikan sebagai Hak Penguasaan,
Pemegang benda bergerak (beziter) dianggap sebagai pemilik (eighiner)
benda bergerak tersebut.

• B. Tetap : Perlu Bukti Kepemilikan, Pemegang benda tetap belum tentu

sebagai pemilik, ia harus punya bukti kepemilikan.

6. LEVERING (Penyerahan atau Pengalihan)

• B. Bergerak : Penyerahan dilakukan secara nyata.

• B. Tetap : Penyerahan dilakukan secara hukum, atau balik nama.

(?) Pertanyaan

Kenapa kendaraan bermotor sebagai B. Bergerak harus melalui levering balik

nama ?

(!) Jawab

Ada “PENDAPAT” (awas cuma pendapat) pembedaan diatas ini sudah tidak

relevan, yg relevan sekarang adalah B. Terdaftar dan Tidak Terdaftar.

7. BEZWARING (Pembebanan)

Arti pembebanan : contoh, ketika suatu benda dijadikan suatu jaminan, ia dikuasai

oleh orang lain. Penjaminan itulah yang disebutpembebana n.

• B. Bergerak : Ada Pembebanan (Bezwaring)

• B. Tetap : Tidak ada Pembebanan (Bezwaring)

8. VERJARING (Daluwarsa)

• B. Bergerak : Tidak ada Daluwarsa (Verjaring)

• B. Tetap : Ada Daluwarsa (Verjaring)

HAK KEBENDAAN

Ialah hak MUTLAK atas suatu benda dimana hak itu memberikan kekuasaan

langsung atas suatu benda dan dapat dipertahankan terhadap siapapun juga.
Kedudukan Hak Kebendaan dalam Hak Keperdataan ;
Hak Keperdataan ada 2 macam, HAK MUTLAK dan HAK RELATIF.
HAK MUTLAK ;

• Hak Kepribadian, co : hak untuk hidup, hak atas nama baik, dll.

• Hak dalam Hk. Keluarga : hubungan anak-ortu, suami-istri, dsb.

• Hak mutlak atas suatu benda : hak kebendaan, dll.

HAK RELATIF ;

• Hak ini muncul akibat adanya perjanjian.
Maka dg demikian, hak kebendaan memiliki kedudukan didalam dan sebagai HAK
MUTLAK dalam Hak Keperdataan.

Sifat Hak Kebendaan

a. Mutlak, hak dapat dipertahankan terhadap siapapun, harus dihormati dan ditaati

oleh siapapun.

b.Droit de Suit (Mengikuti), hak mengikuti benda itu dimanapun dan pada siapapun

benda itu berada.

c.Droit de Preferen (Didahulukan), hak selalu mendahulukan pemilik hak kebendaan

bila muncul suatu perkara.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s