Jika saya menjadi presiden apa yang akan saya lakukan untuk memajukan koperasi di Indonesia?

Pertama-tama saya akan melihat keadaan koperasi di Indonesia yang memang harus sesuai dengan prinsip koperasi yang dianut Indonesia menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian yang berasaskan kekeluargaan, yaitu :

  1. Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggotanya
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerjasama antar koperasi

Lalu saya akan memfokuskan koperasi karena bentuk usaha ini terlihat paling mampu memenuhi pasal 33 UUD NKRI 1945 khususnya ayat 4 yang berbunyi : “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi keadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. Karena selama ini dalam perencanaan pembangunan Indonesia tidak pernah ditetapkan sasaran stuktural berupa seberapa besar koperasi dan perusahaan kecil dan menengah harus meningkat secara relatif dalam meningkatkan produk nasional atau PDB. Peran Usaha Kecil, Menengah, dan koperasi (UKMK) coba ditingkatkan, namun perusahaan-perusahaan berbasis modal kuat secara efektif dibiarkan bersaing dengan perusahaan-perusahaan berbasis manusia atau koperasi. Koperasi khususnya dan usaha mikro, kecil dan menengah umumnya kalah bersaing dalam pasar yang dibiarkan bebas. Membiarkan persaingan ini adalah kesalahan fatal yang ditinjau dari segi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat dibidang ekonomi. Dampak dari persaingan ini adalah sebagian kecil pengusaha yang kaya akan semakin kaya dan sebagian pengusaha kecil dan menengah akan mengalami ketinggalan jauh atau bangkrut. Kesenjangan ini tercipta bukan hanya didalam pendistribusian tetapi juga didalam gaya hidup. Kesenjangan ini demikian berlawanan dengan cita-cita kemerdekaan dan mengurangi daya hidup bangsa Indonesia sebagai negara kesatuan dalam jangka panjang. Pilihan harus dibuat dan pilihan itu adalah pengembangan usaha berbentuk koperasi syariah.

Untuk itu, perlu ditetapkan stuktural untuk mengurangi kesenjangan dalam perekonomian bangsa. Sasaran struktural ini adalah dalam bentuk meningkatnya peran relatif kelompok usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan koperasi dalam pembentukan kekayaan di Indonesia.

Maka koperasi syariah perlu dijadikan inti dari strategi pembangunan dunia usaha Indonesia kedepan. Pencapaian sasaran struktural ini memerlukan kebijakan jangka panjang yang terintegrasi yang perlu dilaksanakan secara konsisten, maka diperlukan keberadaan sebuah lembaga sentral yang akan merencanakan dan menyusun untuk pembangunan perekonomian di Indonesia.

http://www.uai.ac.id/download/bulletin/buletin4.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s