INDONESIAKU BELUM BERHENTI MENANGIS

Kabar duka kembali melanda Ibu Pertiwi kita, di media elektronik dan surat kabar selalu menjadi berita utama dalam sepekan terakhir ini. Betapa perihnya melihat Ibu Pertiwi kembali menangis dan menangis tak kunjung henti atas apa yang telah terjadi, dari banjir banding di Wasior, papua diakibatkan pembabatan hutan besar-besaran diperbukitan yang dilakukan oleh pengusaha yang tidak bertangung jawab, menyebabkan air hujan yang diserap oleh hutan tidak maksimal karena banyaknya pohon-pohon yang ditebang. Belum sempat air mata kita mengering musibah ke musibah kian datang berganti bertempat kini di kepulauan mentawai, Sumatra bagian barat dikarenakan gempa bumi dan tsunami yang kejadiannya sehari sebelum meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta, Jawa Tengah. Banyak dari kita yang kehilangan sanak saudara, anak-anak kehilangan ayah-ibunya dari bencana alam yang terjadi di bumi pertiwi ini, jumlah korban tewas dari Wasior di Papua, tsunami dan gempa di Mentawai hingga Gunung Merapi sudah tak terhitung. Dan korban yang dilaporkan hilang makin bertambah. Kini kita hanya dapat merenung, bersabar dan selalu mengingat tuhan atas apa yang telah terjadi di bumi pertiwi yang kita cintai. Bumi yang kita tempati saat ini masih marah akan tingkah kita yang sombong akan dirinya yang melupakan tempatnya berdiri, masih banyak waktu untuk kita bebenah diri dari sekarang sebelum bumi makin merasa asing terhadap semuanya. Mulai dari sekarang kita akan menjaga dan melestarikan kekayaan ibu pertiwi kita yang selama ini kita lupakan. Mari bersama menjaga bumi dan tanamkan pada hati untuk selalu berkata  “ SAVE OUR EARTH”.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s