Kegiatan yang Dilarang dalam Perlindungan Konsumen

Dalam Pasal 8 sampai Pasal 17 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengatur perbuatan hukum yang dilarang bagi pelaku usaha adalah larangan dalam memproduksi / memperdagangkan, larangan dalam menawarkan / mempromosikan / mengiklankan, larangan dalam penjualan secara obral / lelang, dan larangan dalam ketentuan periklanan

  1. Produsen dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa :
    • tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan ;
    • tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut ;
    •  tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran sebenarnya ;
    •  tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut ;
    • tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut ;
    • tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut ;
    • tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu ;
    • tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana  pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label ;
    • tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat ;
    • tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
  1. Produsen Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang dan atau jasa secara tidak benar :
    • Barang tersebut telah memenuhi dan atau memiliki potongan harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu ;
    • Barang tersebut dalam keadaan baik dan atau baru ;
    • Barang dan atau jasa tersebut telah mendapat dan atau memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciri-ciri kerja atau aksesoris tertentu ;
    • Barang dan atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi ;
    • Barang dan atau jasa tersebut tersedia ;
    • Barang tersebut tidak mengandung cacat tersembunyi ;
    • Barang tersebut merupakan kelengkapan dari barang tertentu ;
    • Barang tersebut berasal dari daerah tertentu ;
    • Secara langsung atau tidak langsung merendahkan barang dan atau jasa lain ;
    • Menggunakan kata-kata yang berlebihan seperti aman, tidak berbahaya, tidak mengandung risiko, atau efek sampingan tanpa keterangan yang lengkap ;
    • Menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti.
  1. Produsen dalam penjualan yang dilakukan melalui cara obral atau lelang, dilarang mengelabui / menyesatkan konsumen :
  • Menyatakan barang dan atau jasa tersebut seolah-olah telah memenuhi standar mutu tertentu ;
  • Menyatakan barang dan atau jasa tersebut seolah-olah tidak mengandung cacat tersembunyi ;
  • Tidak berniat untuk menjual barang yang ditawarkan melainkan dengan maksud menjual barang yang lain ;
  • Tidak menyediakan barang dalam jumlah tertentu dan atau jumlah cukup dengan maksud menjual barang yang lain ;
  • Tidak menyediakan barang dalam kapasitas tertentu dan atau jumlah cukup dengan maksud menjual barang yang lain ;
  • Menaikkan harga atau tariff barang dan jasa sebelum melakukan obral.
  • ·          
  • Mengetahui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, bahan kegunaan, dan harga barang dan atau jasa, serta ketepatan waktu penerimaan barang jasa ;
  • Mengelabui jaminan / garansi terhadap barang dan atau jasa ;
  • Memuat informasi yang keliru, salah atau tidak tepat mengenai barang dan atau jasa ;
  • Tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan atau jasa ;
  • Mengeksploitasi kejadian dan atau seseorang tanpa seizing yang berwenang atau persetujuan yang bersangkutan ;
  • Melanggar etika dan atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.
  1. Produsen periklanan dilarang memproduksi iklan :
      • Mengetahui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, bahan kegunaan, dan harga barang dan atau jasa, serta ketepatan waktu penerimaan barang jasa ;
      • Mengelabui jaminan / garansi terhadap barang dan atau jasa ;
      • Memuat informasi yang keliru, salah atau tidak tepat mengenai barang dan atau jasa ;
      • Tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan atau jasa ;
      • Mengeksploitasi kejadian dan atau seseorang tanpa seizing yang berwenang atau persetujuan yang bersangkutan ;
      • Melanggar etika dan atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s