Makan puas..cukup di BLENGER BURGER!!

waahh saya benar-benar merasa puas setelah makan BLENGER BURGER!! tempatnya enak,harga terjangkau dan pastinya rasanya yang dahsyaaattt!!

berikut kisah terciptanya BLENGER BURGER.

Pria bernama Erik Kadarman Subarna, kelahiran Jakarta 22 Januari 1973 ini hanya menjalankan sebuah bisnis sesuai dengan hobinya, yaitu memasak. Kala itu, Erik pun menyadari bahwa bisnis yang akan dijalaninya kelak tidak akan terlepas dari masa-masa sulit dan jatuh bangun. Maka itu, apa yang disajikan kepada para pelanggannya adalah hasil karya sepenuh hati dan ucapan terima kasihnya hingga mencapai kesuksesan sampai saat ini.

Roti isi daging atau lebih dikenal burger pada saat itu mulai digemari para penikmat kuliner dan Erik pun mantap membuka depot burger di pinggir jalan. Terletak di Barito, daerah Blok M,Jakarta Selatan dengan depot sebesar 2×1 meter, Burger Blenger pun memulai debutnya pada 2004. Berasal dari bahasa Jawa, blenger memiliki ‘arti makan sampai kenyang atau kekenyangan’. Kata itu mewakili produk dari segi ukuran serta rasa yang berbeda dari burger lainnya.“Saya ingin menjual produk yang berkualitas, karena saya sangat serius menangani bisnis ini,” ujar pria yang tidak ingin membuka cabang di luar kota ini. Ketika itu, Erik masih menjadi seorang karyawan yang masih mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum menjual Burger Blenger.

Tidak terlepas dari kata persaingan, pria yang mengaku sempat mengalami masa-masa kesulitan untuk beradaptasi pada 2005 ini,menganggap persaingan sebagai pemacu dirinya untuk memberikan yang lebih baik lagi bagi para pelanggan setianya. Pada 2006, terdapat beberapa produk serupa yang meniru usaha miliknya Burger Blenger,tentunya dengan kualitas yang berbeda.“Di satu sisi, saya merasa hal tersebut bisa mengecewakan pelanggan karenamerekapikirituadalahproduk yang sama dengan Blenger. Namun dengan itu, pelanggan bisa merasakan mana yang benar- benar memiliki kualitas,bukan hanya sekadar ikut-ikutan,” ujar Erik.

Seperti yang dikatakan pemilik Burger Blenger yang telah tersebar di empat daerah di Jakarta ini, visi dari Burger Blenger itu sendiri adalah menjadi merek lokal dengan produk yang mengutamakan kualitas dan harga murah serta terjangkau. “Saya ingin membawa konsep makanan hotel, terjun ke pinggir jalan dan bisa dinikmati semua kalangan.”Setelah melakukan beberapa inovasi hingga kini, terdapat beberapa varian Burger Blenger yang ditawarkan seperti Cheese Burger, Beef Burger, Chilli Dog, Cheesy Dog,dan Chilli Dog XL.

Berbicara mengenai kesuksesan Erik saat ini, tiap harinya Burger Blenger menjual 5.000 piece burger, dengan rata-rata harga Rp12.000; dan jika dikalikan omzet per harinya, Burger Blenger mencapai Rp60 juta per hari dan sebulan sebesar Rp1,8 miliar.“Saya sangat mensyukuri apa yang saya miliki saat ini. Dan, berusaha untuk tidak ngoyo melakukan sesuatu di luar batas saya,”tambahnya.

Saat ini Erik memiliki karyawan sebanyak 75 orang di seluruh gerai yang tersebar di Jakarta. Erik pun berbagi tips bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis dan bisa berhasil seperti dirinya saat ini. Jangan takut untuk berusaha, jadikan kegagalan sebagai pelajaran dan cambuk agar lebih baik dari sebelumnya.

Jangan tunda keinginan untuk berusaha, karena memulai lebih awal lebih baik daripada hanya beranganangan semata. “Jangan takut gagal.Kegagalan merupakan suatu proses dan keberhasilan itu sendiri adalah proses akhir dari apa yang kita lakukan.”

Saat ini, sudah ada tiga cabang tempat Anda dapat membeli Blenger Burger yang terletak di Jakarta dan Tangerang. Semuanya kios dikelola sendiri oleh pemilik Blenger Burger yang enggan untuk menjual franchise burgernya. Tempat menjualnya hanya merupakan kios berukuran kecil yang menyediakan beberapa kursi dan meja suasana outdoor untuk pelanggan yang ingin makan di tempat (dine in).

Burger Blenger adalah burger asli buatan Indonesia, bukan merupakan franchise dari luar negeri seperti kebanyakan burger yang ada. Untuk mendapatkan kualitas dan rasa burger yang nikmat, bahan-bahan seperti roti, isian daging, mayonase, dan lainnya, semuanya dibuat oleh pemilik tempat makan ini. Itulah yang menjadikan burger ini memiliki rasa yang lebih Indonesia dan berkualitas.

Kios tempat berjualan bukanlah kios dengan ukuran yang besar. Tempat menjualnya hanya merupakan tempat kecil yang menyediakan beberapa kursi dan meja suasana outdoor untuk pelanggan yang ingin makan di tempat atau sedang tengah di tempat ini. Pemilik membuat konsep dapur terbuka pada setiap kiosnya. maksudnya, Anda dapat melihat sendiri bagaimana sebuah burger dibuat, mulai dari membakar dagingnya sampai meraciknya untuk diserahkan kepada tamu.

Daging pada Blenger Burger lebih besar dibandingkan dengan burger rata-rata yang ada dan terasa empuk. Begitu juga dengan rotinya yang lebih tebal. Yang menjadi khas adalah keju dan mayonase burger yang mencair. Rupanya, setelah roti disisipkan daging, lettuce, timun dan mayonase, maka burger akan dipanggang kembali. Inilah yang menyebabkan mengapa Blenger Burger tampil dengan mayonase mencair.

menu yang tersedia di kafe itu ada Beef Burger,Cheese Burger, Chilli Dog, Chilli Cheese Dog, Strawberry Juice dan banyak lagi yang lainnya. Tapi ada 3 menu andalan di kafe ini yaitu Beef Burger, Cheese Burger, Strawberry Juice. Harga yang di tawarkan mulai dari Rp 11.000.  Dan soal tempat sangat cocok untuk kumpul-kumpul bareng temen dan santai keluarga yang berada di Food Court samping Pasar Pondok Labu.

dikutip dari

http://economy.okezone.com/read/2011/04/24/320/449280/mengintip-kisah-sukses-burger-blenger

http://kumpulan.info/kuliner/wisata-kuliner/34-wisata-kuliner/215-blenger-burger.html

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s